Jumat, 31 Januari 2014

Seluk beluk kertas Dalam Industri percetakan

Dalam proses produksi cetak, kertas sebagai bahan cetak merupakan komponen produksi cetak yang terbesar/terbanyak didalam segi biaya produksi dibanding dengan komponen produksi yang lain, seperti tinta cetak, pelat cetak, bahan penolong dan bahan lain-lainnya.
Untuk itu pada kesempatan penerbitan majalah kali ini penulis bertujuan memberikan gambaran tentang perannya didalam proses produksi dan liku-likunya kepada para operator cetak pada khususnya maupun  pengusaha dan pemerhati bidang cetak mencetak.
Sekedar informasi, bahwa kertas merupakan lembaran tipis hasil kempa/ pemampatan, yang terbuat dari serat selulosa berbagai bahan baku, yang dalam proses pembuatannya dengan ditambah berbagai bahan penolong dan bahan pembantu membentuk jalinan serat-serat yang tidak teratur.  Penambahan bahan penolong dan pembantu itu bertujuan agar mendapatkan sifat dari kertas, sesuai dengan tujuan penggunaannya.Serat selulosa yang digunakan dalam pembuatan kertas sebagian besar dari serat selulosa berasal dari tanaman, seperti dari kayu-kayuan : kayu pinus, cemara, turi, akasia, bamboo, bakau, dll. Dari buah-buahan seperti kelapa, kapok randu. Kemudian dari daun-daunan seperti: jerami, merang, jagung, ampas tebu, dll  Ada pula  kertas dibuat dari bahan-bahan bekas, seperti : kertas bekas, pakaian bekas dll, dan ada juga beberapa  jenis kertas menambahkannya dengan plastic untuk keperluan tertentu.
Serat-serat  selulosa ini memiliki sifat menarik uap air /hygroskopis, sedikit tembus cahaya/ transparan dan tahan terhadap asam dan basa dalam konsentrasi yang rendah.

Jumat, 12 April 2013

DAHULU DAN KINI...

“LIFE IS CHOISE, CHOISE IS CONSEQUENCE, CONTROL YOUR DESTINY, OR OTHERS WILLCOME….” Kata-kata sarat makna itu sering terngiang di telinga saya. Sentuhan dasar yang selalu disampaikan oleh seorang mantan atasan yang juga seorangteman, yang telah  saya anggap sebagai motivator...di sela-sela pembicaraannya, khususnya pada team-nya.
Saya kira tak berlebihan apabila kalimat di atas dijadikan standar acuan dari setiap kegiatan dan aktivitas kita,  karena  saya yakin kata-kata itu banyak mengandung kebenaran.
Berkaitan dengan prinsip mendasar itu, beberapa kejadian menggelitik saya untuk menuangkannya ke dalam tulisan ini. Ternyata setiap apapun dari kegiatan hidup kita, setiap kejadian atau pengalaman yang kita alami, tanpa kita sadari, tanpa kita latih dan tanpa kita  terapkan secara kontinyu, akan terulang sehingga kita cenderung melakukan kesalahan kedua.
Pertanyaannya adalah, bagaimana supaya kita tak melakukan kesalahan keduadi tahun 2013 ini? Bagaimana kita melakukan perbaikan kegiatan agar lebih berkualitas di masa mendatang? Bagaimana  kita melakukan preventionatas setiap kegiatan kita?
Selama sekian waktu masa kerjasaya, saya pernah menerima satu masukkan sederhana, yang setelah saya coba (dengan begitu sulitnya), saya mendapatkan satu pola .….. semoga berarti bagi kita semua.
  1. Teknologi  Versus Manajemen
Dahulu, perbincangan kita lebih didominasi  tentang berbagai pencapaian teknologi, bagaimana manusia  bisa mencapai bulan, bagaimana menyeberangi lautan, bagaimana membuat formulasi produk dengan cepat dan efektif…?
KINI, dengan berkembangnya pemikiran sumber daya manusia terutama dalam hal manajemen,   pokok pembicaraan kita tidak lagi hanya seputar pencapaian teknologi. Jauh lebih penting bagi kita untuk  memikirkan bagaimana cara menangani (manajemen)  produk teknologi yang sudah tersedia. Dengan kata lain, untuk urusan pencapaian teknologi sudah ada pihak yang berkompeten untuk menanganinya, tugas kita adalah me-manaje-nya agar berfungsi sesuai kapasitasnya.
Contoh kasus Teknologi ---à  Manajemen. Dahulu, kita direpotkan dengan  cara  penyusunan material di atas rak dengan ketinggian 10 meter atau lebih. Kemudian, muncullah ide yang menghasilkan  produk teknologi berupa pengangkat material (forklift). Setelah forklift tersedia, tugas kita sekarang adalah menanganinya agar produk teknologi tersebut berdaya guna maksimal, tidak cepat rusak dll.

Senin, 11 Februari 2013

PENGARUH PERKEMBANGAN TEKHNOLOGI GRAFIKA

Berkecimpung dibidang grafika merupakan  suatu profesi yang sangat strategis, mengingat profesi ini sangat luas cakupan kegiatannya, dan dapat dilakukan secara individu, kelompok skala kecil maupun merupakan suatu organisasi profesi yang besar. Out-put yang dihasilkan oleh profesi ini amat sangat luas, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, seluruh tingkat sosial ekonomi, tingkatan usia, bahkan boleh dikatakan bahwa hasil produk grafika diperlukan oleh janin yang masih didalam kandungan ibunya sampai seseorang meninggal dunia.
Tidak tanggung-tanggung memang produk grafika dapat pula dipergunakan sebagai tolak ukur kemajuan peradaban suatu bangsa. Semakin maju suatu bangsa, maka semakin banyak dan beragam barang cetakan yang diproduksi.  Untuk menghasilkan produk grafika yang bermutu, tentunya diperlukan SDM yang kualifikasi ketrampilan dan keahlian yang tinggi, memanfaatkan teknologi yang tinggi, bahan baku yang baik dan dengan kualitas standard, peralatan yang lengkap dan canggih serta pengelolaan produksi yang baik.
Perkembangan teknologi dan peralatan grafika dalam dasawarsa terakhir ini yang masuk kedalam negeri, merupakan angin segar bagi kalangan industri pada tingkat dan kalangan tertentu (yaitu kalangan yang siap menerima pengembangan teknologi dalam bidang financial maupun SDM nya).

Senin, 05 November 2012

Indonesia Printing & Paper Expo 2012 Venue : Jakarta International Expo - Kemayoran

07 - 10 November 2012 

Indonesia Printing & Paper Expo 2012
Venue : Jakarta International Expo - Kemayoran

The 15th Int’l Exhibition on Printing (pre-press, press, post-press) and Paper Machinery, Equipment, Supplies.

FEATURING :

  • Digital Printing
  • Digital Imaging
  • Rotogravure
  • Screen Printing
  • Label Printing
  • Print Media
  • Publishing Technology
  • Converting Technology
  • Offset Printing