Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis,
seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan
perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media
elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau
desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran
tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain
lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Sabtu, 04 April 2015
Sejarah Desain Grafis
Pada tahun , Henry Cole menjadi salah seorang yang paling berpengaruh
dalam pendidikan desain di Inggris, ia meyakinkan pemerintah tentang
pentingnya desain dalam sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design
and Manufactures. Dia menyelenggarakan The Great Exhibition sebagai
perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya
Victoria.
Dari tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris Kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts , dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafis dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.
Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.
Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya
Dari tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris Kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts , dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafis dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.
Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.
Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya
Selasa, 03 Maret 2015
TRAINING DESAIN GRAFIS
Kursus yang akan membawa Anda untuk
menjadi Designer Grafis profesional bagi mereka yang ingin mempelajari proses
desain dan produksi berbagai publikasi. Proses belajar desain, Desain Grafis
dimulai dari teori seni dan desain, prinsip-prinsip warna, penataan prinsip
elemen dalam desain (Komposisi), format teks (Typo Grafis) untuk sebagai dasar
bagi pengembangan Desain Grafis, tata letak halaman (Page Layout) dengan
menggunakan program Adobe Photoshop, CorelDraw/Freehand.
Dengan menguasai program aplikasi desain grafis maka peserta akan dapat mendesain berbagai macam publikasi cetak seperti pembuatan logo, pamflet, broshur, poster, buku, tata letak/lay-out majalah, tabloid, pengeditan image/photo, desain iklan, undangan, cover majalah, label, dan lain-lain.
Target pelatihan adalah peserta menguasai dengan baik pembuatan desain dan editing image untuk berbagai keperluan publikasi.
Lulusan program ini banyak dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan desain, penerbitan, percetakan dan advertising/reklame.
Dengan menguasai program aplikasi desain grafis maka peserta akan dapat mendesain berbagai macam publikasi cetak seperti pembuatan logo, pamflet, broshur, poster, buku, tata letak/lay-out majalah, tabloid, pengeditan image/photo, desain iklan, undangan, cover majalah, label, dan lain-lain.
Target pelatihan adalah peserta menguasai dengan baik pembuatan desain dan editing image untuk berbagai keperluan publikasi.
Lulusan program ini banyak dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan desain, penerbitan, percetakan dan advertising/reklame.
Materi Photoshop:
- Pembuatan/Pengenalan Text pada Potoshop
- Environtment, Tools & Shortcut
- Element Coloring & Composition
- Photo to Illustration:
- Mastering Selection
- Amazing Masking & Channel
- Latihan Pembuatan Logo, Pembuatan Gambar, Modifikasi Foto, dll
Materi Corel Draw:
- Pengenalan Corell Draw
- Pengenalan Tool Pada Corell Draw
- Penggunaan Tool Bar
- Pembuatan Objek Kurva
- Pembuatan/Pengenalan Text pada Corell Draw
Waktu Kursus:
Setiap Minggu Pada Hari Jumat.
Jam. 14.00 s/d 15.00 WIB.
Jumat, 27 Februari 2015
Jumat, 31 Januari 2014
Seluk beluk kertas Dalam Industri percetakan
Dalam proses produksi cetak, kertas sebagai bahan cetak merupakan
komponen produksi cetak yang terbesar/terbanyak didalam segi biaya
produksi dibanding dengan komponen produksi yang lain, seperti tinta
cetak, pelat cetak, bahan penolong dan bahan lain-lainnya.
Untuk itu pada kesempatan penerbitan majalah kali ini penulis bertujuan
memberikan gambaran tentang perannya didalam proses produksi dan
liku-likunya kepada para operator cetak pada khususnya maupun pengusaha
dan pemerhati bidang cetak mencetak.
Sekedar informasi, bahwa kertas merupakan lembaran tipis hasil kempa/
pemampatan, yang terbuat dari serat selulosa berbagai bahan baku, yang
dalam proses pembuatannya dengan ditambah berbagai bahan penolong dan
bahan pembantu membentuk jalinan serat-serat yang tidak teratur.
Penambahan bahan penolong dan pembantu itu bertujuan agar mendapatkan
sifat dari kertas, sesuai dengan tujuan penggunaannya.Serat selulosa yang digunakan dalam pembuatan kertas sebagian besar
dari serat selulosa berasal dari tanaman, seperti dari kayu-kayuan :
kayu pinus, cemara, turi, akasia, bamboo, bakau, dll. Dari buah-buahan
seperti kelapa, kapok randu. Kemudian dari daun-daunan seperti: jerami,
merang, jagung, ampas tebu, dll Ada pula kertas dibuat dari
bahan-bahan bekas, seperti : kertas bekas, pakaian bekas dll, dan ada
juga beberapa jenis kertas menambahkannya dengan plastic untuk
keperluan tertentu.
Serat-serat selulosa ini memiliki sifat menarik uap air /hygroskopis,
sedikit tembus cahaya/ transparan dan tahan terhadap asam dan basa dalam
konsentrasi yang rendah.
Langganan:
Postingan (Atom)


