Selasa, 03 Maret 2015

TRAINING DESAIN GRAFIS


Kursus yang akan membawa Anda untuk menjadi Designer Grafis profesional bagi mereka yang ingin mempelajari proses desain dan produksi berbagai publikasi. Proses belajar desain, Desain Grafis dimulai dari teori seni dan desain, prinsip-prinsip warna, penataan prinsip elemen dalam desain (Komposisi), format teks (Typo Grafis) untuk sebagai dasar bagi pengembangan Desain Grafis, tata letak halaman (Page Layout) dengan menggunakan program Adobe Photoshop, CorelDraw/Freehand.
Dengan menguasai program aplikasi desain grafis maka peserta akan dapat mendesain berbagai macam publikasi cetak seperti pembuatan logo, pamflet, broshur, poster, buku, tata letak/lay-out majalah, tabloid, pengeditan image/photo, desain iklan, undangan, cover majalah, label, dan lain-lain.
Target pelatihan adalah peserta menguasai dengan baik pembuatan desain dan editing image untuk berbagai keperluan publikasi.
Lulusan program ini banyak dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan desain, penerbitan, percetakan dan advertising/reklame.
Materi Photoshop:
  • Pembuatan/Pengenalan Text pada Potoshop
  • Environtment, Tools & Shortcut
  • Element Coloring & Composition
  • Photo to Illustration:
  • Mastering Selection
  • Amazing Masking & Channel
  • Latihan Pembuatan Logo, Pembuatan Gambar, Modifikasi Foto, dll
Materi Corel Draw:
  • Pengenalan Corell Draw
  • Pengenalan Tool Pada Corell Draw
  • Penggunaan Tool Bar
  • Pembuatan Objek Kurva
  • Pembuatan/Pengenalan Text pada Corell Draw
Latihan Pembuatan Logo, Pembuatan Gambar Dll. 

Waktu Kursus:
Setiap Minggu Pada Hari Jumat.
Jam. 14.00 s/d 15.00 WIB.

Spanduk Free Desain

Spek : Bahan Flexi 340 (Standar)
Permeter @ 30 rb.
Minim Order 10 meter


Cetak Kartu Nama

Minimal Order 30 box @ 30.000
Free Ongkos Kirim
Spec: Bahan Ac.260 (Cetak Full Colour)


Jumat, 31 Januari 2014

Seluk beluk kertas Dalam Industri percetakan

Dalam proses produksi cetak, kertas sebagai bahan cetak merupakan komponen produksi cetak yang terbesar/terbanyak didalam segi biaya produksi dibanding dengan komponen produksi yang lain, seperti tinta cetak, pelat cetak, bahan penolong dan bahan lain-lainnya.
Untuk itu pada kesempatan penerbitan majalah kali ini penulis bertujuan memberikan gambaran tentang perannya didalam proses produksi dan liku-likunya kepada para operator cetak pada khususnya maupun  pengusaha dan pemerhati bidang cetak mencetak.
Sekedar informasi, bahwa kertas merupakan lembaran tipis hasil kempa/ pemampatan, yang terbuat dari serat selulosa berbagai bahan baku, yang dalam proses pembuatannya dengan ditambah berbagai bahan penolong dan bahan pembantu membentuk jalinan serat-serat yang tidak teratur.  Penambahan bahan penolong dan pembantu itu bertujuan agar mendapatkan sifat dari kertas, sesuai dengan tujuan penggunaannya.Serat selulosa yang digunakan dalam pembuatan kertas sebagian besar dari serat selulosa berasal dari tanaman, seperti dari kayu-kayuan : kayu pinus, cemara, turi, akasia, bamboo, bakau, dll. Dari buah-buahan seperti kelapa, kapok randu. Kemudian dari daun-daunan seperti: jerami, merang, jagung, ampas tebu, dll  Ada pula  kertas dibuat dari bahan-bahan bekas, seperti : kertas bekas, pakaian bekas dll, dan ada juga beberapa  jenis kertas menambahkannya dengan plastic untuk keperluan tertentu.
Serat-serat  selulosa ini memiliki sifat menarik uap air /hygroskopis, sedikit tembus cahaya/ transparan dan tahan terhadap asam dan basa dalam konsentrasi yang rendah.

Jumat, 12 April 2013

DAHULU DAN KINI...

“LIFE IS CHOISE, CHOISE IS CONSEQUENCE, CONTROL YOUR DESTINY, OR OTHERS WILLCOME….” Kata-kata sarat makna itu sering terngiang di telinga saya. Sentuhan dasar yang selalu disampaikan oleh seorang mantan atasan yang juga seorangteman, yang telah  saya anggap sebagai motivator...di sela-sela pembicaraannya, khususnya pada team-nya.
Saya kira tak berlebihan apabila kalimat di atas dijadikan standar acuan dari setiap kegiatan dan aktivitas kita,  karena  saya yakin kata-kata itu banyak mengandung kebenaran.
Berkaitan dengan prinsip mendasar itu, beberapa kejadian menggelitik saya untuk menuangkannya ke dalam tulisan ini. Ternyata setiap apapun dari kegiatan hidup kita, setiap kejadian atau pengalaman yang kita alami, tanpa kita sadari, tanpa kita latih dan tanpa kita  terapkan secara kontinyu, akan terulang sehingga kita cenderung melakukan kesalahan kedua.
Pertanyaannya adalah, bagaimana supaya kita tak melakukan kesalahan keduadi tahun 2013 ini? Bagaimana kita melakukan perbaikan kegiatan agar lebih berkualitas di masa mendatang? Bagaimana  kita melakukan preventionatas setiap kegiatan kita?
Selama sekian waktu masa kerjasaya, saya pernah menerima satu masukkan sederhana, yang setelah saya coba (dengan begitu sulitnya), saya mendapatkan satu pola .….. semoga berarti bagi kita semua.
  1. Teknologi  Versus Manajemen
Dahulu, perbincangan kita lebih didominasi  tentang berbagai pencapaian teknologi, bagaimana manusia  bisa mencapai bulan, bagaimana menyeberangi lautan, bagaimana membuat formulasi produk dengan cepat dan efektif…?
KINI, dengan berkembangnya pemikiran sumber daya manusia terutama dalam hal manajemen,   pokok pembicaraan kita tidak lagi hanya seputar pencapaian teknologi. Jauh lebih penting bagi kita untuk  memikirkan bagaimana cara menangani (manajemen)  produk teknologi yang sudah tersedia. Dengan kata lain, untuk urusan pencapaian teknologi sudah ada pihak yang berkompeten untuk menanganinya, tugas kita adalah me-manaje-nya agar berfungsi sesuai kapasitasnya.
Contoh kasus Teknologi ---à  Manajemen. Dahulu, kita direpotkan dengan  cara  penyusunan material di atas rak dengan ketinggian 10 meter atau lebih. Kemudian, muncullah ide yang menghasilkan  produk teknologi berupa pengangkat material (forklift). Setelah forklift tersedia, tugas kita sekarang adalah menanganinya agar produk teknologi tersebut berdaya guna maksimal, tidak cepat rusak dll.